Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2008

Sebagaimana di negara-negara lain, di UK pun ada Persatuan Pelajar Indonesia (PPI), yaitu wadah berkumpul bagi pelajar Indonesia yang sedang belajar di Luar Negeri. PPI UK memiliki beberapa cabang di kota-kota utama UK yang di kota tersebut terdapat minimal 10 pelajar Indonesia sebagai syarat minimal berdirinya PPI Cabang. PPI Cabang di UK antara lain PPI-Glasgow, PPI-Newcastle, PPI-Sunderland, PPI-Manchester, PPI-Nottingham, PPI-Birmingham, dan tentu saja PPI-Leeds. Beberapa saat sebelum saya datang ke UK, saya sudah mengontak PPI-Leeds untuk mohon bantuan dicarikan penginapan selama saya nanti kuliah. Alhamdulillah, mereka cukup kooperatif sehingga saya bisa menempati private accommodation yang sekarang ini.

Itu hanya salah satu contoh asistensi yang bisa diberikan oleh PPI. Banyak hal-hal lain yang menjadi fungsi PPI ini. Baik itu sosial, kebersamaan, maupun kegiatan ringan sebagai pelepas lelah kuliah. Melalui PPI inilah kita menjalin jaringan pertemanan baru dengan sesama warga Indonesia dari Sabang sampai Merauke di UK. Juga, membahas issue-issue yang sedang hangat di Indonesia maupun dunia. Dan, tidak kalah penting adalah, tempat melepas kangen terhadap masakan Indonesia he..he..he.. karena, setiap ada gathering, pasti deh kuliner kita yang ngangeni itu akan muncul….

Buka puasa bersama PPI Leeds

Buka puasa bersama PPI Leeds

Rindu keluarga di tanah air, terkadang menyiksa batin dan pikiran. Insya Allah dengan teman-teman baru di PPI perasaan tersebut bisa sedikit berkurang.

Halal bi halal setelah lebaran 1429 H

Halal bi halal setelah lebaran 1429 H

Pameran Batik and Textile Nusa Tenggara di Leeds University. Disponsori oleh KBRI dan Leeds University

Pameran Textile Nusa Tenggara dan Bali di Leeds University. Disponsori oleh KBRI dan Leeds University

Seusai rapat tahunan PPI Leeds. Pemilihan Ketua Baru

Seusai Rapat Tahunan PPI Leeds akhir Oktober 2008. Pemilihan Ketua Baru...

Diskusi di KBRI London tentang resesi ekonomi dan imbasnya terhadap Indonesia. Tampak Pak Dubes, Bpk. Yuri Thamrin

Diskusi di KBRI London tentang Resesi Ekonomi Dunia dan Imbasnya terhadap Indonesia. Tampak Dubes RI untuk UK dan Scotland , Bpk. Yuri Thamrin paling kiri

Atikbud Futsal League di Manchester

Annual Atikbud Futsal League di Manchester, akhir November 2008. Melepas ketegangan kuliah, sambil menjalin persaudaraan dengan seluruh PPI di UK

Siap bertanding dengan PPI Kota lain di UK

Siap bertanding dengan PPI Glasgow, Sunderland, Newcastle, dan Manchester. Pertengahan Desember 2008 maju ke putaran final di Nottingham melawan PPI London, Birmingham, Sheffield, Nottingham he..he..he..

Iklan

Read Full Post »

Di penghujung musim gugur ini, saya bertamu ke temen Chevening di Bristol minggu terakhir November 2008. Kota ini letaknya di barat London, kurang lebih 2 jam naik bus. Saya ke Bristol bersama seorang teman Chevening dari Glasgow, yang juga seorang perwira menengah di Puslabfor Mabes POLRI.

Perjalanan ini adalah sebagai penutup musim gugur sekaligus menyambut musim dingin yang mulai menjelang. Sekaligus karena kuliah semester 1 sudah mau berakhir, essay-essay juga harus segera dikerjakan. Jadi, harus segera bersarang di perpust. Brotherton atau Edward Boyle di Leeds Uni. Lagian, musim dingin paling enak ya ngendon di perpust.

Ke Bristol ini juga masih merupakan lanjutan dari funfare bulan November. Sebenarnya akan dilanjutkan ke Bath (kota romawi kuno) dan ke situs megalitikum, Stone Henge yang masih berada dalam satu county. Namun apa hendak di kata, waktunya mepet banget 😦 . Rencana akhirnya gagal… Hanya putar-putar di kota Bristol sebentar, terus balik ke London.

O iya, ada satu yang gila di kota ini, yang tidak saya temukan di kota lain. Dan, baru sekarang akan saya sampaikan sesuatu yang di Indonesia tidak mungkin, dan jangan sampai terjadi. Selama ini, saya secara ndak sengaja, sering sekali melihat muda-mudi berciuman di sembarang tempat di berbagai kota yang saya kunjungi. Tapi di Bristol ini, saya lihat (ndak sengaja dong, karena di tempat umum kok…) yang ciuman adalah sesama jenis. (Inilah salah satu sisi negatif budaya Barat, yang harus hati-hati disikapi oleh anak-anak Indonesia yang akan belajar ke sini)

Setelah balik dari Bristol, kami menginap di rumah dinas Bapak Atase Pertahanan KBRI di London. Beliau sangat baik sekali, meskipun pangkatnya sudah Kolonel. Ternyata, beliau juga alumni Chevening tahun 1994. Kita ngobrol panjang lebar tentang berbagai hal sampai larut malam. Sebelumnya, kami dijemput di Golders Green tube station oleh asisten beliau yang seorang Mayor dari Yogyakarta yang juga baik hati, karena telah mentraktir kami makan malam roast duck di restaurant China he..he..he.. (mana kuat makan di restoran di London kalau bayar sendiri. Bisa habis ratusan pound…)

See you all next Spring….. karena pagi itu sebelum saya balik ke Leeds, salju sudah turun di London.

Brrr….

Habis cukur tuh, 3.5 pound = Rp 60.000,-. Cukur termurah di Leeds. Gile bener...

Habis cukur tuh, 3.5 pound = Rp 60.000,-. Cukur termurah di Leeds. Gile bener...

Near a river wharf in Bristol

Near a river wharf in Bristol

)

Smile... you are on the spot... 🙂

Read Full Post »

Kriiiiinnggg….. Kriiiinnngggg… kkrriiiiinngggg…..

“Hello, is it Brother Hafiz Asim ?” saya bilang. “I am Bambang. A Muslim Brother from Assalaam Indonesia who is studying at Leeds Uni at the moment” tambah saya.

“Yeah, It’s me Brother, right. Your friend in Assalaam told me much about You” jawab beliau.

Yup. It’s the time. Sejak diberitahu temen-temen di Assalaam bahwa imam Makkah Masjid di Leeds sedang berkunjung ke Assalaam, saya langsung tergerak untuk segera melakukan kunjungan balasan ke beliau di Makkah Masjid sebagai penghormatan, nanti pada saat beliau sudah balik ke Leeds.

Pagi pertengahan November 2008 itu saya akhirnya ketemu beliau. Subhanallahhh…. dunia ini gimana ya diatur oleh Allah. Sedemikian “sempit”nya. Beliau yang “didekat” saya, malah “harus” ke Solo dulu sebelum bertemu saya.

Ada cerita yang melatari ini semua, sehingga kenapa saya ucapkan tasbih diatas. Biasanya saya sholat di Leeds Grand Mosque, namun karena saya harus membuat essay tentang masjid di Leeds sebagai tugas kuliah, maka saya pilih satu masjid lagi selain Grand Mosque, yaitu Makkah Masjid. Saya sedang berusaha kontak-kontak dengan beberapa pihak untuk keperluan ini, hingga datang kabar tentang Brother Hafiz Asim yang sedang berkunjung di Assalaam. Semuanya kemudian menjadi mudah bukan ?

Subhanallah…

Kami bicara panjang lebar tentang Islam dan perkembangannya di daerah masing-masing. Beliau juga bercerita, tentu saja, tentang kunjungannya ke Assalaam tercinta. Hingga, tak terasa 1.5 jam waktu terlalui dengan cepat. Saya pamit, dan berjanji untuk sering berkunjung di lain waktu.

See you soon Brother…

Bincang-bincang di Perpust masjid. Can you see the Yangko Kacang from Yogyakarta ? Oleh-oleh beliau dari Yogyakarta he..he..he..

Bincang-bincang di Perpust masjid. Can you see the Yangko Kacang from Yogyakarta ? Oleh-oleh beliau dari Indonesia he..he..he..

In front of the main gate of Makkah Masjid

In front of the main gate of Makkah Masjid

Di ruang solat utama dalam masjid

Di ruang solat utama dalam masjid

Part of Caligraphy inside the dome of the mosque

Part of Caligraphy inside the dome of the mosque

Makkah Masjid Leeds Inggris dari luar

Makkah Masjid Leeds Inggris dari luar

Read Full Post »

The Taste of Scotland

Akhir Pekan tengah bulan November 2008, saya mengajak teman untuk silaturrahim jauh ke Utara, Scotland. 5 teman Chevening tersebar di daerah ini; University of Strathclyde dan University of Glasgow di Glasgow, University of Edinburgh, dan Dundee University. Mumpung ada fun fare bus National Express, £ 3.5 Leed-Glasgow PP.

Saya masih penasaran dengan kota ini karena University of Glasgow awalnya saya pilih sebagai tempat kuliah. Tetapi tidak jadi karena beberapa hal.

Film Brave Heart yang dibintangi oleh Mel Gibson tahun 1995 dulu, turut menyulut kepenasaran saya tentang alam dan budaya para Highlanders. Dua kota utama saya kunjungi setelah menempuh perjalanan hampir 5 jam, Glasgow dan Edinburgh, the capital.

Cuaca cukup cerah, sehingga membalik berita selama ini dari teman-teman di kota-kota ini yang katanya selalu berangin dan mendung/hujan. Kalau dingin, pastilah. Tempat ini lebih di utara dan sekarang masuk musim dingin. Mungkin spesial untuk menyambut kedatangan kami he..he..he..

Here we go…

Istirahat separo jalan di Tebay Service, somewhere in Midlands

Istirahat separo jalan di Tebay Service, somewhere in Midlands

Glasgow, a shopping city katanya. Tapi memang jalan utamanya yang menjadi pusat perbelanjaan cukup panjang. Berbentuk Z, sangat memanjakan bagi yang punya uang banyak dan senang berburu merk.

Salah satu sudut Glasgow

Salah satu sudut Glasgow

Sedangkan Edinburgh, sebagai ibukota Scotland, memang lebih ‘kuno’ namun exotic. 1 jam naik kereta Scot Rail, saya menemukan banyak petilasan kuno dan modern, seperti House of Frankenstein, tempat karya imajinasi tokoh Franskenstein dibuat, Edinburgh Castle yang tersohor itu, hingga Cafe tempat novel terlaris Harry Potter untuk pertama kalinya ditulis oleh J.K. Rowling.

Malu bertanya sesat di jalan

Malu bertanya sesat di jalan

Cuaca cerah di Edinburgh, menambah hangat suasana

Edinburgh city in the back ground

Edinburgh city in the back ground

Dan musisi Bag Pipe pun mulai beraksi...

Dan musisi Bag Pipe pun mulai beraksi...

Ini castlenya,

Edinburgh castle, on top of hill

Edinburgh castle, on top of hill

Jalan batu ini konon dibiarkan asli seperti ini sejak zaman Romawi, sekian ribu tahun yang lalu

Jalan batu ini konon dibiarkan asli seperti ini sejak zaman Romawi, sekian ribu tahun yang lalu

The masterpiece's place of birth

The masterpiece's place of birth

Betapa banyak jejak yang harus ditelusuri. Subhanallah….

Sore itu, perjalanan diakhiri dengan sholat Ashar di Mosque and Islamic Center of Edinburgh. Sebuah masjid megah bantuan dari pemerintah Saudi Arabia yang dibangun pada tahun 1998.

Also, it's easy to be Muslim in Edinburgh Scotland

Also, it's easy to be Muslim in Edinburgh Scotland

Tablet to memorize the establishment

Tablet to memorize the establishment

Dan, malam udah tiba. Mari kita pulang…

Somewhere in Edinburgh at night

Somewhere in Edinburgh at night

Bye..bye..

Depart from Edinburgh Waverley station

Depart from Edinburgh Waverley station

Read Full Post »

Ramadhan 2004. Ketika itu Tiha baru berusia sekitar 5 bulan. Dia harus saya tinggalkan selama 2 minggu bersama istri, yang pada waktu itu bersama saya baru belajar menjadi orangtua, karena semuanya kita urus berdua saja. Kepentingan kepergian saya ini adalah mengantar adik-adik alumni Assalaam untuk melanjutkan belajar ke Ardh Kinanah. Alhamdulillah, Assalaam termasuk Ma’had yang dipercaya al-Azhar Cairo untuk diberi Mu’adalah. Santri lulusannya bisa melanjutkan kuliah secara langsung di sana.

Ini adalah pertama kalinya saya keluar Indonesia. Pertama kalinya pula mengurusi passport, visa, dan administrasi lainnya. Dan passport itu sekarang akan habis pada Oktober 2009 nanti. Ketika studi saya di Inggris selesai, Insya Allah. Amien. Bagi saya, ini adalah cara penutupan Passport yang manis sekali….

Saya masih ingat, perjalanan dimulai dari Solo-Jakarta-Singapore (ada tyre trouble pada pesawat, sehingga malah sempat jalan-jalan seharian di Singapore)-Kuwait-Cairo. Pulangnya Cairo-Malaysia-Jakarta-Solo.

Mestinya, adik-adik itu udah lulus sekarang… (kalau belum ya… cepet lulus dong yang merasa saya antar he..he..he..)

Di Mesir kegiatannya keliling kemana-mana, dan tetap berpuasa. Dengan diantar adik-adik IKMAS Mesir, saya pergi ke selatan di Luxor, dimana situs lembah raja-raja berada. Dan juga bersilaturrahim ke rumah ust. Abdurrahim, guru bahasa Arab di Assalaam selama 3 tahun bantuan dari al-Azhar Cairo, yang bertempat tinggal di kota ini. Dilanjutkan ke Aswan, sebuah muhafadhah di ujung Selatan. Melihat Syadd al-Aliy. Ahaiii…, jadi teringat pelajaran Muthola’ah pada saat kelas 3 MTs Assalaam pada tahun 1989 dulu. Karena saya melihat secara langsung bendungan Aswan itu. Ta’jub…

Perjalanan diakhiri dengan mengunjungi Alexandria di ujung utara, deket laut Mediterania. Bibliotheca Alexandrina adalah atraksi perpustakaan yang menarik di kota ini dengan koleksi buku dan kitabnya.

Sungguh, Mesir adalah kota yang amat tua. Sehingga banyak sekali peninggalaan peradaban manusia yang terekam disana. Sungai Nil adalah saksi nyata-nya. Sejak zaman Mesopotamia hingga sekarang…

Berikut adalah sedikit kesaksian dari perjalanan itu…

Ribuan tahun dia tegak menantang badai...

Ribuan tahun dia tegak menantang badai...

Abad keemasan Islam…

Benteng Sholahuddin al-Ayyubi, bukti keteguhan iman...

Benteng Sholahuddin al-Ayyubi, bukti keteguhan iman...

Mesir kini…

Anwar Sadat Memorial... Homo Homini Lupus...

Anwar Sadat Memorial... Homo Homini Lupus...

Read Full Post »

“I really excited to know that there are almost 3.000 mosques throughout UK” kata saya ke Dr. Sean McLoughlin, salah satu dosen saya di Leeds uni.  “..And also, I can find easily the Halal food and other Muslim’s needs almost in every premises in Leeds” lanjut saya.

“Yeah…, it is easy to be a Muslim in England, isn’t it ?” jawab beliau

Dear Temans, saya hanya punya sedikit gambaran tentang Islam di UK waktu mau berangkat ke Leeds dulu. Waktu itu, saya hanya merasa siap kalau akan hidup dalam keadaan darurat selama satu tahun. Apalagi, berita tentang pelarangan Jilbab di Perancis selalu kita dengar di Indonesia… Inggris paling-paling sama sikapnya… Meskipun dulu sekali, sempat heran juga, Kok ada TV-nya Ahmadiyah malah disiarkan dari London. Kemudian surat kabar al-Alam yang berbahasa Arab itu juga diterbitkan dari London.  I never explore it…

Ketika tiba di Leeds/Bradford Airport, saya dijemput mas Mahfud Sholihin, kakak kelas di http://www.assalaam.or.id yang lagi Ph.D di Bradford Uni. Terus diajak ke rumah beliau sebelum ke Leeds. Saya terus diajak sholat Ashar ke Mesjid di Roslyn Place. Jamaahnya kok banyak banget…

Masjid di Bradford...

Masjid di Bradford...

Setelah agak lama di Leeds…

Kok banyak Kebab, Halal food (andalan saya sih, belanja bahan masak di Abu Bakar Super Market…)

Ini di Middle East atau di Leeds ? Ternyata emang Muslim di UK itu ada sekitar 3.000.000-an orang. Agama terbesar kedua setelah Kristen dan Katolik. Terutama didominasi oleh orang-orang IPB (India, Pakistan, dan Bangladesh. Sisanya… Arab, Bosnia, Nigeria, Somalia, Malaysia, dan Indonesia…) Kenapa begitu ? Ini berkaitan dengan masa kolonial dulu, ketika Inggris menjajah seluruh dunia. Masih ingat guru sejarah kita menerangkan bahwa ‘Inggris adalah negara dimana matahari tidak pernah tenggelam’ karena jajahannya hampir di seluruh dunia… Semuanya bermula dari Inggris; Amerika, Australia, Canada, NEw Zealand, Africa, dll. (selengkapnya, baca wikipedia deh…) Ketika revolusi industri, mereka membutuhkan banyak pekerja. Dan ini dicukupi dari para migran yang kebanyakan berasal dari IPB. Mayoritas beragama Islam…

Lebaran di depan www.leedsgrandmosque.com

Seusai Lebaran 1429 H di depan http://www.leedsgrandmosque.com

juga…

Syawarma next to the lodge...

Syawarma next to the lodge...

lagi…

lagi…

Bilal mosque in Harehills

Bilal mosque in Harehills

juga…

So many Muslim's Centers in Britain...

So many Muslim's Center in Britain...

Atau check juga http://www.makkahmasjid.co.uk yang Imamnya, Brother Hafiz Asim, baru-baru ini berkunjung selama 3 hari di sekolahan saya di Solo.

And soon and so forth…

Read Full Post »

Awal November 2008. Di Inggris ini ada yang namanya KIBAR (Keluarga Islam Britania Raya), semacam perkumpulan mahasiswa muslim di UK. Setiap musim mengadakan gathering dari kota ke kota di Great Britain..

Kali ini adalah KIBAR Autumn Gathering. Diadakan di Nottingham. Arah Barat Daya dari Leeds. Kira-kira 2 jam naik http://www.nationalexpress.com

Acaranya; saling kenal, seminar (kali ini membahas tentang Ekonomi Syariah. Pembicara dari Indonesia adalah Prof. Dr. H. Didin Hafiduddin, Ketua BAZNAS), bazar makanan kaleng Indonesia. (Pernah ndak membayangkan sambal goreng tapi dikalengkan lengkap dengan petai, krecek… sehingga kita tinggal buka kaleng, dipanaskan, terus santap…, dll)

Bersama Prof. Dr. K.H. Didin Hafidudhin...

Bersama Prof. Dr. K.H. Didin Hafiduddin...

Tidak afdhol kayaknya kalau tidak explore kota Nottingham

Apalagi legenda Robinhood itu….

The Prince of the Thieves filmnya Kevin Costner yang lama banget

Membuncah lagi dalam ingatan

Meskipun gerimis, agak gelap karena pagi-pagi buta (padahal jam 7.30…), duinginnn….

Robinhood, not Robin-nya Batman...

Robinhood, not Robin-nya Batman...

Bahkan, disamping bentengnya Robinhood ini, ada hotel tertua di Inggris yang dipakai untuk persiapan berangkat ke Jerusalem. Perang dengan Pasukan Islam… The Crusade…

Clash of Civilization...

Clash of Civilization...

Setelah itu, serius lagi deh… Ikut seminar…

Serius amat... pasti tahu kalau mau difoto...

Serius amat... pasti tahu kalau mau difoto...

Read Full Post »

Older Posts »