Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2009

York

Kamis, 22 Januari 2009 adalah hari bersejarah bagi saya. Itulah hari ketika saya submit 2 essay 6.300 kata dan 6.400 kata untuk ujian mata kuliah Religion and Society: Research Processes and Methods dan Muslims, Multiculturalism and State di semester I kemarin. Deadline submit pada hari Jum’at keesokan harinya sebenarnya. Tapi, karna udah ndak mampu berfikir lagi he..he..he.., ya udah di submit saja. Tawakkal adalah langkah selanjutnya, untuk menunggu nilai 2 essay tersebut yang akan keluar besok Februari.

Selesai submit, alhamdulillah diajak mas Ajieb ke York. Mas Ajieb ini anak Chevening yang sudah lulus kuliah, dan hari Jum’at, 23 Januari 2009 akan pulang ke Indonesia. York akan dijadikan kota kenangan terakhir di Inggris yang akan dia kunjungi. Urusan jalan-jalan sih selalu OK Mas, apalagi barusan menyelesaikan tugas berat dan transportnya gratis pula he..he..he..

Temen-temen mungkin pernah mendengar nama kota New York di Amerika Serikat, atau istilah the Duke of York untuk pangeran-pangeran Inggris. Juga nama-nama York di Australia, New Zealand dan Canada. Lhah, kata York di situ itu memang berasal dari nama kota York di Inggris ini. Kota tua yang kami tempuh selama 1 jam naik bus dari Leeds.

Pintu gerbang kota York sejak tahun 1600-an. Ada 4 pintu gerbang seperti itu untuk masuk York City Center. Masyarakat Inggris memang gemar sekali menjaga bangunan kuno sebagai pengingat leluhur sekaligus menjadikannya sebagai atraksi turis yang menarik

Milkgate Bar, pintu gerbang kota York sejak tahun 1600-an. Ada 4 pintu gerbang seperti itu yang tersambung sebagai benteng untuk masuk York City Center. Masyarakat Inggris memang gemar sekali menjaga bangunan kuno sebagai pengingat leluhur sekaligus menjadikannya sebagai atraksi turis yang menarik

The Siege of York 1644. Tablet-tablet pengingat seperti ini, tersebar di seluruh penjuru Inggris untuk mengingat dan menerangkan sebuah bangunan atau situs bersejarah

The Siege of York 1644 di tembok benteng York. Tablet-tablet pengingat seperti ini, tersebar di seluruh penjuru Inggris untuk mengingat dan menerangkan sebuah bangunan atau situs yang bersejarah

Benteng kota York sejauh 3,5 km. Cara yang simple untuk mengexplore kota York, karna dibangun agak tinggi. Sehingga kita bisa melihat dalam kota dan luar kota yang terpisah oleh benteng ini secara bersamaan

Benteng kota York sejauh 3,5 km peninggalan zaman kerajaan. Cara yang simple untuk mengexplore kota York, karna dibangun agak tinggi sebagai pertahanan dari serangan musuh. Sehingga kita bisa melihat dalam kota di sebelah kiri dan luar kota di sebelah kanan yang terpisah oleh benteng ini secara bersamaan

Clifford's Tower. Again, it came from ancient York

Clifford's Tower. Again, it came from ancient York

Welcome to (New) York...

Welcome to (New) York...

Setelah menapak 475 tangga spiral tegak lurus yang hanya cukup dilalui 1 orang, saya dapatkan gambar ini di puncak York Minster. Bangunan cathedral tertinggi di York

Setelah menapak 275 tangga spiral tegak lurus yang hanya cukup dilalui 1 orang, saya dapatkan gambar ini di puncak York Minster. Bangunan cathedral tertinggi di York

Terakhir, National Rail Museum (NRM) York adalah tempat dimana sejarah Kereta api Inggris dan juga di dunia berada. Sangat menarik… Berbagai perkembangan kereta api berikut gerbong dan lokomotifnya sejak lahir ada disini. Termasuk kereta kerajaan Inggris yang sangat mewah di masa lalu ditempatkan.

Yup, I wish you were here... In National Rail Museum in York

Yup, I wish you were here... In National Rail Museum in York

Iklan

Read Full Post »

Ditengah-tengah berjibaku menyelesaikan assignments semester I, yang harus di submit tanggal 23 Januari 2009, saya pikir ada baiknya kalau agak mengendorkan sedikit tegangan tinggi otak di kepala yang telah berlangsung berhari-hari. Biasanya, jam 12.00 siang sampai jam 23.00 malam duduk tepekur membaca dan menulis di Brotherton library. Hanya diselingi makan, ke toilet, sholat. Mestinya, secara teori kesehatan, bahaya juga kalau hal tersebut terus-menerus dilakukan… Bisa cepat beruban… he..he..he..

Apalagi bentuk pengendoran itu kalau bukan travelling keluar kota. Ditambah lagi  temen-temen yang deadline submit assigment-nya sudah duluan, menggoda saya dengan godaan yang menyenangkan itu. Karna, seperti kelakar teman-teman, kita di UK ini kan “Part time student, Full time traveller he..he..he..” Accordingly, jangan sampai, kegiatan kuliah mengganggu acara jalan-jalan… Bisa, aja…

Segera saya online, cari tiket bis termurah ke kota yang belum pernah dikunjungi. Ketemu; Birmingham dan Liverpool. Berikut laporan one day trip-nya;

BIRMINGHAM

Main ke Universitas Birmingham, tempat mas Najam belajar, bersama mas Nuh

Main ke Universitas Birmingham, tempat mas Najam belajar, bersama mas Nuh

Di depan the National Indoor Arena (NIA) Birmingham, tempat dimana biasanya kejuaraan dunia bulutangkis All England digelar

Di depan the National Indoor Arena (NIA) Birmingham, tempat dimana biasanya kejuaraan dunia bulutangkis All England digelar setiap bulan Maret

Ekor dari Bullring di belakang. Tempat shopping center terbesar di Birmingham

"Ekor" dari Bullring di latar belakang. Tempat shopping center terbesar di Birmingham

LIVERPOOL

Ada yang kenal lagu Let it Be, Hey Jud... Terus, John Lenon, Rod Stewart, dll. Yup, The Beatles, sang legenda. Group band tahun 50-an ini berasal dari kota Liverpool. Ini adalah museum memoarnya

Ada yang kenal lagu Let it Be, Hey Jud... Terus, John Lenon, Paul McCartney, dll. Yup, The Beatles, sang legenda. Group band tahun 50-an ini berasal dari kota Liverpool. Ini adalah museum memoarnya

Liverpool memang kota pantai dan pelabuhan yang indah. Pantas banget menjadi the Capital of European Culture 2008

Liverpool memang kota pantai dan pelabuhan yang indah. Pantas banget kalau menjadi the Capital City of European Culture 2008

Kalau yang ini pasti kenal dong…

You will Never Walk Alone. Salam dari Anfield, the home of Liverpool FC

You will Never Walk Alone. Salam dari Anfield, the home of Liverpool FC

Atau tetangga dekatnya,

Goodison Park. Rumahnya Everton FC, another Premier League member in Liverpool

Goodison Park. Rumahnya Everton FC, another Premier League member in Liverpool

Bandingkan dengan musuh bebuyutannya:

Old Trafford, home of Manchester United. The Theater of the Dream...

Old Trafford, home of Manchester United. The Theater of the Dream...

Read Full Post »

London…

Sabtu, 10 Januari 2009 adalah ke-4 kalinya saya ke London. Pertama, adalah saat belajar mengenal kota ini, ketika ada acara seminar dan ramah tamah warga Muhammadiyah UK di KBRI. Kedua, saat akan silaturahim ke teman di Bristol. Ketiga, ketika menjemput ust. Arkan dari Assalaam Solo. Ada kemungkinan saya akan kembali berkunjung ke London, karena passport saya harus diperbaharui paling lambat nanti bulan April 2009. Dan, hal ini hanya bisa dilakukan di KBRI London.

Selama ini saya baru memahami jalur transportasi  London lewat kereta bawah tanah yang petanya seperti jalan cacing warna-warni ke sana kemari. Namun justru mudah sekali memahami underground ini, sekaligus anti macet. Kereta bawah tanah (tube) ini berada sekitar 30-40 meter dibawah permukaan tanah.  Coba temen-temen buka rupa peta jalur subway London tersebut:

Di salah satu stasiun tube di London. 30 meter dibawah tanah

Di salah satu stasiun tube di London. 30 meter dibawah tanah

Apa sih yang menarik dari London, ibukota Inggris yang mempesona itu? Biasanya ini:

1. Big Ben atau Parliament House

Big Ben alias Parliament House alias "Jam Gadang"

Big Ben alias Parliament House alias "Jam Gadang"

2. London Eye

Bersama Mas Nabil (Oxford University) di depan London Eye alias komedi putar London, diseberang sungai Thames

Bersama Mas Nabil (Oxford University) di depan London Eye alias bianglala London, diseberang sungai Thames

3. British Museum

Berbagai artefak sejarah dari seluruh penjuru dunia terdapat di British Museum. Termasuk tentang Borobudur...

Berbagai artefak sejarah dari seluruh penjuru dunia terdapat di British Museum. Termasuk tentang Borobudur...

4. Trafalgar Square

In memoriam kapten Trafalgar...

In memoriam kapten Trafalgar...

5. Buckingham Palace

Tempat Ratu Elizabeth bertahta

Tempat Ratu Elizabeth bertahta

6. Tower Bridge

Jembatan yang melintasi sungai Thames. Dibangun tahun 1700-an. Salah satu jembatan yang fenomenal di dunia

Tower Bridge, Jembatan yang melintasi sungai Thames. Dibangun tahun 1700-an. Salah satu jembatan yang paling fenomenal di dunia karna bentang tengah jembatan itu bisa dibuka ketika ada kapal besar mau lewat

7. Sungai Thames

Di tepi sungai Thames. Di kejauhan gedung pusat bank HSBC yang seperti peluru, penerima Aga Khan Award, karena ramah lingkungan

Di tepi sungai Thames, sungai terbesar di London. Di kejauhan nampak gedung pusat bank HSBC yang seperti peluru, penerima Aga Khan Award, karena konsep bangunannya yang ramah lingkungan

8. Teman-teman baru

Diatas bus tingkat di London. Jadi ingat suasana Solo tahun 1986 ketika bus tumpuk masih ada. Dari kiri, Bapak Marzuki (S3, University of Leeds, Universitas Riau), Mas Patna (S3, Kingstone University London, Universitas Muhammadiyah Surakarta), Mas Eko (S3, University of Loughborough Nottingham, UMS), Mas Dedy (S3, University of Manchester, UMS). "Ealaahh Mas-mas... jauh-jauh ke Inggris jebul ketemu tonggo dewe tho..."

Diatas bus tingkat di London. Jadi ingat suasana Solo tahun 1986 ketika bus tumpuk masih ada. Dari kiri, Bapak Marzuki (S3, University of Leeds, Universitas Riau), Mas Patna (S3, Kingstone University London, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)), Mas Eko (S3, University of Loughborough Nottingham, UMS), Mas Dedy (S3, University of Manchester, UMS). "Ealaahh Mas-mas... jauh-jauh ke Inggris jebul ketemu tonggo dewe tho..."

Read Full Post »

Greenwich Meridian Time

Berbarengan dengan acara Baitul Arqam di KBRI London kemarin, Sabtu, 10 Januari 2009, saya dan temen-temen Muhammadiyah lainnya melakukan rihlah ke Greenwich. Kota dimana perhitungan jam antara wilayah Timur dan Barat seluruh kota-kota di dunia dimulai.

Kota Greenwich. Universitasnya terkenal dengan jurusan Astronomy dan Navigasinya

Kota Greenwich. Universitasnya terkenal dengan jurusan Astronomy dan Navigasinya

Saya sudah diajari sejak dari SD dulu tentang Greenwich Meridian Time (GMT). Kenapa jam di Indonesia dibagi menjadi 3 wilayah, kenapa Indonesia dan Inggris harus beda 7 jam kalau musim gugur dan dingin, dan 6 jam kalau musim semi dan panas, dan kenapa-kenapa yang lainnya yang berkaitan dengan waktu.

Jam itu asli sejak tahun 1700-an. Sengaja dipelihara sebagai sejarah ditentukannya perhitungan waktu di seluruh dunia

Jam itu asli sejak tahun 1700-an. Sengaja dipelihara sebagai catatan sejarah ditentukannya perhitungan waktu di seluruh dunia dari kota Greenwich

Waktu itu, tentu tidak terbayang tentang kata Greenwich. Tahunya ya hanya, itu terletak di Inggris. Kenapa perhitungan itu dimulai dari Greenwich ? karena mereka yang mengendalikan ilmu astronomy dan navigasi, terutama laut,  di dunia ini sejak masa tahun 1700-an. Dan mereka tetap berjaya sampai sekarang. Maka, adalah surprise banget ketika menginjakkan kaki di garis bujur 0 derajat. Tempat perhitungan jam kota-kota seluruh dunia dimulai. Juga ketika melihat sejarah perjuangan orang-orang Ingris masa itu yang dengan semangat menjelajahi dunia, apapun rintangannya.

Inilah garis 0 itu. Sebelah kanan, tertulis Jakarta dan kota-kota lain. itu berarti timurnya Greenwich. Sebelah garis satunya, itu adalah kota-kota di sebelah barat Greenwich

Inilah garis Nol derajat itu. Sebelah kanan, tertulis Jakarta dan kota-kota lain di dunia. Itu berarti timurnya Greenwich. Sebelah garis satunya, itu adalah kota-kota di sebelah barat Greenwich, dimana perhitungan jam dimulai

Insya Alah saya juga paham, bahwa ilmu astronomi dan navigasi sudah dimulai kegemilangannya sejak masa keemasan Islam, sekian ratus tahun sebelum orang-orang Inggris. Banyak sekali asthronomer Islam yang meletakkan dasar-dasar perhitungan rumit perbintangan sebagai panduan navigasi laut. Islam sampai di Indonesia adalah salah satu bukti yang tak terbantah. Karena para penyebar Islam sampai di wilayah kita dengan mengarungi samudra luas.

Akhir penanda garis Nol derajat adalah stainless bentuk abstrak seperti telescope dibawah pohon itu. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia antre untuk berfoto di depannya

Akhir penanda garis Nol derajat adalah stainless bentuk abstrak seperti telescope dibawah pohon itu. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia antre untuk berfoto di depannya

Kenapa Greenwich yang terpilih sebagai titik 0 ? kok bukan salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya Islam ? Kalau iya, mungkin umat Islam ndak akan pernah tengkar tentang kapan dimulainya 1 Muharam atau 1 Ramadhan atau 1 Syawal.  Itulah…, kata orang, sejarah adalah catatan dari para pemenang dan penguasa… Can you understand it, Kawan…?

Read Full Post »

3 hari terakhir pada akhir bulan Desember 2008 ini, kita memasuki 2 jenis tahun baru yang berbeda dan paling dirayakan di dunia. 1 Muharam 1430 H dan 1 Januari 2009 M. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali inipun saya tidak secara khusus merayakan tahun baru. Paling hanya membatin, semoga di masa yang akan datang, seluruh kehidupan di muka bumi ini menjadi lebih baik. Sebagaimana yang selalu saya lantun dan panjatkan dalam do’a-do’a saya setiap hari.

Kalau ada yang berbeda, itu karna pergantian tahun kali ini saya lalui dalam suasana reuni dengan temen-temen Chevening 2008/2009 di asrama kampus St. Marks Universitas Leeds, yang dikepung hawa dingin minus 4 derajat. Suasana English Course 7 minggu di IALF Wisma Mulia Kuningan Jakarta merebak kembali.

Mereka datang ke Leeds dalam rangka liburan semester I. Dalam obrolan santai setelah makan malam itu, pembahasan tentang banyak tema terjadi. Dari soal progress kuliah, menatap Indonesia masa depan, hingga issue-issue international terkini seperti jumawa dan sombongnya Israel (yang sudah berlangsung sejak zaman Nabi Musa ribuan tahun lalu hingga sekarang, dan dimaktubkan dalam al-Qur’an) dengan serangan terbarunya terhadap Palestine, hingga refleksi remeh temeh tentang “who am I ?”  sampai detik ini. Bagi saya, temen-temen ini sangat berkompeten di bidang masing-masing. Dalam usia yang masih muda, mereka cerdas-cerdas. Saya sendiri merasa terlambat dan susah mengejar beliau-beliau yang saya kira dalam beberapa tahun ke depan akan berperan penting bagi Indonesia yang lebih baik bersama komponen dan anak bangsa yang lain.

Sebagai tuan rumah, selain saya, ada mas Piet H. Khaidir (mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, alumni UIN Jakarta), mbak Ai Fatimah Nur Fuad (Dosen UHAMKA Jakarta, alumni al-Azhar Cairo), mbak Arul (Lakpesdam NU). Mas Budi dan keluarga, yang dokter dan aktivis LSM United Nation sedang liburan di London. Sedangkan pihak tamu, ada mbak Fithri (University of Glasgow, alumni Akuntansi Unibraw, kerja di Newmont Lombok NTB), mbak Jumi (University of Queen Belfast Ireland, alumni Hukum UI, aktivis perempuan), mbak Sri (Hull University, alumni Hukum UI, aktivis Kontras). Satu orang lagi, yaitu mas Hilaly Basya (Dosen UHAMKA, alumni UIN Jakarta) suaminya mbak Ai, yang juga sedang berlibur ke Leeds. Beliau ini adalah temen satu group saya ketika mengikuti program pertukaran pemuda Muslim ke Australia. Sekarang juga sedang menyelesaikan Master di Leiden University Belanda atas bea siswa universitas tersebut.

Saya, mas Piet, mbak Arul, mbak Fithri, mbak Sri, mbak Jumi, dan mbak Ai. Happy New Year 1430 H and 2009 M

Saya, mas Piet, mbak Arul, mbak Fithri, mbak Sri, mbak Jumi, dan mbak Ai. Happy New Year 1430 H and 2009 M

Sedangkan temen-temen Chevening yang lain, tidak bisa gabung karena sebelumnya ada yang telah berkunjung ke Leeds. Beliau-beliau adalah mas Nuh (Stratchlyde University, Digital Forensik Bareskrim Mabes POLRI), mas Najam (the University of Birmingham, pengasuh Ponpes Darul Qalam Tangerang), mas Nabyl (Oxford University, Deplu RI), mas Najib (the University of Edinburgh, Kementerian BUMN, alumni STAN), mbak Mita (Dundee University, aktivis Lingkungan, alumni Hukum Undip), mas Enda (Bristol University, Depkeu RI, alumni STAN)

mas Taufiq (Cambridge University), saya, mas Najam, mas Piet di depan Nottingham Town Hall

mas Taufiq (Cambridge University), saya, mas Najam, dan mas Piet di depan Nottingham Town Hall

Saya, mas Nuh, dan mas Najib di atas bukit Edinburgh

Bersama mas Nuh dan mas Najib di atas bukit Edinburgh

Mas Enda Ginting waktu di Bristol

Dengan mas Enda Ginting waktu di Bristol

Malam itu saya merasa bahwa begitu banyak persoalan yang dihadapi oleh manusia Indonesia. Info-info undercover tentang para pemimpin kita mengalir begitu lancar. Saya yang nun di pojok Solo sana, tentu baru mendengar kali itu. Jelas, perlu kerja keras untuk meningkatkan martabat bangsa ini. Dan saya merasa, cukuplah saya di Solo, namun tetap bisa mengakses temen-temen yang di Jakarta ini. Perlu keberanian dan tenaga serta pikiran yang luar biasa untuk itu. Saya menyadari benar, betapa kecilnya saya. Begitu banyak agenda, begitu banyak issue, begitu banyak tantangan, begitu banyak persoalan. Meskipun juga, begitu banyak kesempatan, begitu banyak peluang, begitu banyak orang baik….

Biarlah saya mengalir saja… mengikuti alur Ilahi Rabb-ku… Selamat berjuang Kawan-kawan… Rakyat Indonesia menanti kalian (dan saya…) Insya Allah…

Read Full Post »