Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari, 2009

Discover Islam Week 2009

The University of Leeds memiliki berbagai unit kegiatan mahasiswa yang disatukan dalam organisasi mahasiswa kampus dengan nama Leeds University Union (LUU). Ada olahraga, Seni, Kerohanian berbagai agama (Islam, Kristen, Yahudi, Buddha), bahkan LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, dan Transexual) dan lain sebagainya. Khusus kerohanian Islam, organisasinya bernama LeedsIsoc (Leeds Islamic Society). Semuanya berebut pengaruh di dalam kampus. Bahkan terang-terangan saling  pasang spanduk untuk “menguasai” kampus. Semuanya diijinkan dengan catatan tidak saling melecehkan. “Menguasai” kampus ini penting karena Pengurus LUU memiliki semacam wewenang untuk “menuntut” Univerasitas agar memberikan yang terbaik bagi mahasiswa, seperti penurunan tarif transportasi ke kampus, penggratisan fasilitas-fasilitas kampus yang masih membayar, penambahan berbagai fasilitas untuk mahasiswa, dan lain-lain. Mahasiswa Muslim selama ini sudah berhasil memperoleh satu ruang Mushola yang representatif ukuran 20 m x 7 m berikut fasilitasnya untuk sholat harian dan kegiatan keIslaman lainnya yang bernama Green Room. Juga, penggunaan satu hall universitas untuk penyelenggaraan sholat Jum’at. Itulah sekilas tentang hiruk pikuknya aktivitas organisasi mahasiswa Universitas Leeds.

Setelah para LGBT pada pertengahan Februari 2009 mengadakan pameran yang jelas sangat bertentangan dengan ajaran Islam di Parkinson Court dekat Brotherton Library, kini Mahasiswa Muslim ganti berdakwah dengan mengadakan acara Discover Islam Week 2009 di tempat yang sama. Hal ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi LeedsIsoc, karna dalam acara ini sekaligus dibuka tanya jawab tentang Islam yang mungkin masih dipersepsi secara salah oleh mahasiswa non Muslim. Pertanyaannya tentu kritis dan nylekit banget. Dalam acara ini juga ditampilkan berbagai kekhasan budaya Islam seperti kaligrafi, penemuan-penemuan masa lalu, tokoh-tokoh Islam, dan keunikan masing-masing negara yang mayoritas Muslim. Juga dipamerkan rekaman bangunan masjid seluruh penjuru dunia Muslim mulai dari Afrika, Asia, sampai Eropa. Masing-masing kelompok Mahasiswa Muslim dari berbagai negara seperti Afrika Selatan, Mesir, Saudi Arabia, Pakistan, India, China, Malaysia, Turki, Spanyol, Inggris,  menyumbangkan materinya.

Ketika hari pertama melihat pameran itu, saya terperanjat; “Lhah…, Indonesia mana ini kok ndak kelihatan. Padahal kan negara dengan jumlah Umat Islam terbesar di dunia..” Saya membatin. Khas mayoritas penduduk Indonesia yang sukanya banyak omong tanpa hasil. Akhirnya, saya menemui panitia yang kebanyakan mahasiswa dari Pakistan dan Arab. “Is it still possible to apply my country Indonesia as part of this exhibition?” Dan Alhamdulillah : “Oh, sure.., just send me the materials through my E-mail, I’ll print it, and tomorrow I’ll place it in the slot like others”. Malamnya, saya ajak Mas Piet dan Mas Eko (Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang kebetulan juga panitia di acara ini) mencari bahan di internet. Masjid mana kira-kira yang pantas ditampilkan. Banyak sebenarnya gambar Masjid di Indonesia yang indah-indah dan besar-besar. Apalagi masing-masing propinsi kayaknya lagi jor-joran membangun masjid yang mewah. Akhirnya kita putuskan: “OK deh, perpaduan masa lalu dan masa sekarang…” Jadilah akhirnya kita kirim gambar masjid Kubah Emas di Tangerang, Masjid Demak, dan Masjid Kudus. Berikut ulasan sekilas tentang kapan Islam masuk ke Indonesia, dan pernyataan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia.

Esoknya, wow.. surprise… bener-bener ditampilkan. Bangga juga bisa melihat Indonesia di kampus Leeds….

Semoga Bermanfaat. Makasih Mas Piet, Mas Eko

Semoga Bermanfaat. Makasih Mas Piet, Mas Eko

Berpose dulu dengan kaos PPI-UK gambar Wayang. Wayang? hobby banget nih saya...

Berpose dulu dengan kaos PPI-UK gambar Wayang. Wayang? hobby banget nih saya...

Salah satu suasana Discover Islam Week 2009

Salah satu suasana Discover Islam Week 2009

Ini juga salah satu scene dari Discover Islam Week 2009

Ini juga salah satu scene dari Discover Islam Week 2009

Waktu mendemo Israel yang terus ngawur menyerang Gaza beberapa saat lalu di depan Leeds Town Hall bareng-bareng seluruh elemen umat Islam Leeds

Waktu ikut mendemo Israel, yang terus ngawur menyerang Gaza beberapa saat lalu, di depan Leeds Town Hall bareng-bareng seluruh elemen umat Islam Leeds

Iklan

Read Full Post »

Marking

Setelah ditunggu-tunggu… akhirnya datang juga.. he..he..he..

Marking (penilaian). Saya mau cerita sekilas tentang nilai semester I. Tanggal 10 Februari 2009 kemarin setelah melalui rapat Educational Board seluruh dosen, akhirnya nilai dipampang di Notice Board Fakultas. Berdesir habis jantung ini. Maklum, kalau sampai ndak lulus…

Ruang Kuliah tercinta

Ruang Kuliah tercinta

Alhamdulillah, 2 module saya lulus. Malamnya bisa tidur agak nyenyak, membalas malam sebelumnya yang ndak bisa tidur. Masih harus berjuang keras di semester 2 ini agar tetap bisa lulus dan segera pulang ke Indonesia. Udah kangen berattt dengan keluarga. Saya lihat, ada nilai teman yang tidak lulus. Kasihan banget dia. Sebelum nilai keluar, terlebih dahulu diberi feeedback form 2 lembar, berisi komentar dosen atas tulisan essay saya. Feedback form ini meliputi kemampuan saya dalam:

Analysis and Reflection (critical ability, grasp of material, discussion of implications and limitations, use of own ideas and experience where relevant),

Research Methods and use of sources (rationale for methodology, research design with critical analysis of data,  mastery of primary and secondary sources, accuracy and depth of understanding of the area),

Structure (concistency of structure, appropriacy to the topic, no omissions and repetition),

Style and Presentation (formal and accurate writing style, enjoyable to read, appropriate use of referencing conventions, clear layout, any tables and figures, presented appropriately).

Dosen-dosen saya kebetulan telaten banget memeriksa kata per kata seluruh 6.000-an kata dari 2 essay saya (dan essay teman-teman). Huaduuhhh… makanya harus kerja ekstra keras untuk menulisnya. Dan, Academic writing style adalah pekerjaan yang amat berat bagi saya. Writing jenis ini memang bukan sembarang tulisan kayak nulis surat cinta he..he..he.. Kata-kata yang dipilih harus tepat, ndak boleh ada contraction, ndak boleh ada slank-nya, titik-koma harus tepat dll. Pokoknya harus EYD (English Yang Disempurnakan). Padahal, tentu saja beda banget dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam bahasa Indonesia he..he.he..

Diakhir lembar feedback, pasti ada komentar untuk masing-masing mahasiswa. Feedback saya misalnya:

Good mix of books used on both the research subject and methodological issues, showing good preparation for undertaking the project. Clear account of your selected methods and the broader methodological issues underlying them, showing good understanding and sound research. Some errors in your language, but nevertheless quite easy to understand your reasoning. bla..bla..bla…

Setelah nilai keluar, essay-essay tadi masih harus dinilaikan lagi kepada 2 orang dosen diluar University of Leeds sebagai pembanding. Fakultas saya bekerja sama dengan dosen di University of Liverpool dan University of Durham. Memang begitulah standar penilaian di Inggris. Biasanya ditambah lagi dengan uji softcopy essay dengan software anti-plagiarism. Jadi, softcopy essay-essay mahasiswa dilepas didunia maya untuk diuji apakah ada persamaan dengan tulisan lain di internet. Jika persamaannya melebihi prosentase tertentu, maka akan dinyatakan sebagai pencontekan. Langsung divonis : Tidak Lulus. Bahkan bisa jadi dikeluarkan dari perkuliahan.

Kamar tercinta

Kamar tercinta

Mohon do’anya, semester 2 ini juga bisa lancar. Amien. Semester 2 akan berakhir nanti tanggal 8 Mei 2009, tapi disela dengan Spring break tanggal 20 Maret – 20 April. Ujian semester 2 masih sama, yaitu menulis essay 2 module masing-masing 6.000 kata. Karna ini semester terakhir, maka masih ditambah dengan tugas akhir, yaitu menulis Disertasi sebanyak 12.000 kata. Total 24.000 kata.

Makanya, blog ini sebagai tempat untuk curhat yang ringan-ringan saja. Kalau masih harus ditambahi dengan tulisan yang berat-berat, takutnya tidak dibaca he..he..he.. (Anyway, thanks banget buat temen-temen yang sudah ngasih komentar dan saran agar membuat tulisan opini yang agak ilmiah dan serius. Tidak jalan-jalan melulu… Insya Allah, deh. Nanti dibuatkan tempat tersendiri)

Read Full Post »

Snow Tales

Pekan pertama Februari 2009 wilayah Leeds diguyur dengan salju lebat.  Ini salju kedua selama saya di Leeds setelah yang pertama turun pada Desember 2008 kemarin. Hanya kali ini salju turun lebih tebal, lebih lama dan lebih merata di seluruh UK. Banyak sekali kegiatan yang dibatalkan karna salju ini. Transportasi juga ditunda perjalanannya. Jalanan agak berbahaya sebab menjadi sangat licin. Kita bisa bayangkan sebagaimana kalau kita berjalan diatas es batu. Salju ini memang agak aneh karakternya, ketika turun memang sangat indah karna melayang kesana kemari selembut kapas. Tapi ketika sudah di permukaan bumi dan mengeras, ia menjadi sangat licin. Banyak saya lihat orang-orang yang berjalan pada berjatuhan sebab sepatunya tidak sanggup menapak secara ketat. Salju terbesar di UK selama 2 dekade terakhir ini nampaknya juga ramai diliput media Indonesia. Banyak teman yang menanyakan tentang hal ini.

Ini salju bulan Desember 2008 kemarin di depan Brotherton Library Parkinson Step. Difoto teman dari Thailand. Sama-sama udik tentang salju he..he..he..

Ini salju bulan Desember 2008 di depan Brotherton Library Parkinson Steps the University of Leeds. Difoto teman dari Thailand. Sama-sama udik tentang salju he..he..he..

Magisnya salju ini saya rasakan beberapa malam lalu pada saat pulang dari perpustakaan Brotherton pukul 22.30. Ketika membuka pintu keluar ternyata salju sedang turun dengan derasnya. Angin juga cukup kencang. Pasti duingiinn buangeett… Tapi badan ini sudah sangat capek dan lapar. Butuh makan dan segera istirahat. Akhirnya… Bismillah, nekat saya tempus hujan salju yang melankolis nan berangin itu untuk pulang ke kost. Bbbrrrr…ssshhh…

Alhamdulillah… untuk kegiatan kuliah, tidak ada yang dibatalkan, huughh… Semua berjalan seperti biasa, meskipun harus susah payah berjalan ke kampus ditengah suhu minus sekian derajat.  Namun demikian, bagi mahasiswa dari Canada atau Finland, salju di Leeds kali ini mereka bilang: ” Nothing…”  Walah…

Saya juga lihat para mahasiswa dari negara non-salju berjeprat-jepret ria mengabadikan keajaiban alam ini. Termasuk saya tentu saja he..he..he.. Mereka juga membuat snowman atau main lempar-lemparan salju. Bahkan, malam itu saya lihat dari jendela kamar saya ada yang cukup gila karna hingga pukul 23.30 masih juga lempar-lemparan salju, sementara saya sudah siap tidur dengan selimut rangkap 2 dan baju rangkap 4 ha..ha..ha..

Betapa Indahnya Eropa…. ha..ha..ha.. (kacau deh..)

Main iglo-iglo-an di Hyde Park di salju ke dua selama di Leeds

Main igloo-igloo-an di Hyde Park

Main Snowman yang ndak karuan bentuknya he..he.he..

Main Snowman yang ndak karuan bentuknya he..he.he..

Hyde Park, taman 8 Ha dekat kost. Jadi putih membara (bener ndak kalau putih itu membara ? hi..hi..hi..)

Hyde Park, taman 8 Ha dekat kost. Jadi putih membara (bener ndak ya kalau putih itu membara ? hi..hi..hi..)

Hyde Park, biasanya ijo royo-royo kemarin putih royo-royo ha..ha..ha..

Hyde Park, biasanya ijo royo-royo kemarin putih royo-royo ha..ha..ha..

Kalau ini sih, salju di gunung Myoko Niigata Jepang Desember 2007 lalu

Kalau ini sih, salju di gunung Myoko Niigata Jepang Desember 2007 lalu

Read Full Post »