Feeds:
Pos
Komentar

Birmingham dan Liverpool

Ditengah-tengah berjibaku menyelesaikan assignments semester I, yang harus di submit tanggal 23 Januari 2009, saya pikir ada baiknya kalau agak mengendorkan sedikit tegangan tinggi otak di kepala yang telah berlangsung berhari-hari. Biasanya, jam 12.00 siang sampai jam 23.00 malam duduk tepekur membaca dan menulis di Brotherton library. Hanya diselingi makan, ke toilet, sholat. Mestinya, secara teori kesehatan, bahaya juga kalau hal tersebut terus-menerus dilakukan… Bisa cepat beruban… he..he..he..

Apalagi bentuk pengendoran itu kalau bukan travelling keluar kota. Ditambah lagi  temen-temen yang deadline submit assigment-nya sudah duluan, menggoda saya dengan godaan yang menyenangkan itu. Karna, seperti kelakar teman-teman, kita di UK ini kan “Part time student, Full time traveller he..he..he..” Accordingly, jangan sampai, kegiatan kuliah mengganggu acara jalan-jalan… Bisa, aja…

Segera saya online, cari tiket bis termurah ke kota yang belum pernah dikunjungi. Ketemu; Birmingham dan Liverpool. Berikut laporan one day trip-nya;

BIRMINGHAM

Main ke Universitas Birmingham, tempat mas Najam belajar, bersama mas Nuh

Main ke Universitas Birmingham, tempat mas Najam belajar, bersama mas Nuh

Di depan the National Indoor Arena (NIA) Birmingham, tempat dimana biasanya kejuaraan dunia bulutangkis All England digelar

Di depan the National Indoor Arena (NIA) Birmingham, tempat dimana biasanya kejuaraan dunia bulutangkis All England digelar setiap bulan Maret

Ekor dari Bullring di belakang. Tempat shopping center terbesar di Birmingham

"Ekor" dari Bullring di latar belakang. Tempat shopping center terbesar di Birmingham

LIVERPOOL

Ada yang kenal lagu Let it Be, Hey Jud... Terus, John Lenon, Rod Stewart, dll. Yup, The Beatles, sang legenda. Group band tahun 50-an ini berasal dari kota Liverpool. Ini adalah museum memoarnya

Ada yang kenal lagu Let it Be, Hey Jud... Terus, John Lenon, Paul McCartney, dll. Yup, The Beatles, sang legenda. Group band tahun 50-an ini berasal dari kota Liverpool. Ini adalah museum memoarnya

Liverpool memang kota pantai dan pelabuhan yang indah. Pantas banget menjadi the Capital of European Culture 2008

Liverpool memang kota pantai dan pelabuhan yang indah. Pantas banget kalau menjadi the Capital City of European Culture 2008

Kalau yang ini pasti kenal dong…

You will Never Walk Alone. Salam dari Anfield, the home of Liverpool FC

You will Never Walk Alone. Salam dari Anfield, the home of Liverpool FC

Atau tetangga dekatnya,

Goodison Park. Rumahnya Everton FC, another Premier League member in Liverpool

Goodison Park. Rumahnya Everton FC, another Premier League member in Liverpool

Bandingkan dengan musuh bebuyutannya:

Old Trafford, home of Manchester United. The Theater of the Dream...

Old Trafford, home of Manchester United. The Theater of the Dream...

Iklan

London…

Sabtu, 10 Januari 2009 adalah ke-4 kalinya saya ke London. Pertama, adalah saat belajar mengenal kota ini, ketika ada acara seminar dan ramah tamah warga Muhammadiyah UK di KBRI. Kedua, saat akan silaturahim ke teman di Bristol. Ketiga, ketika menjemput ust. Arkan dari Assalaam Solo. Ada kemungkinan saya akan kembali berkunjung ke London, karena passport saya harus diperbaharui paling lambat nanti bulan April 2009. Dan, hal ini hanya bisa dilakukan di KBRI London.

Selama ini saya baru memahami jalur transportasi  London lewat kereta bawah tanah yang petanya seperti jalan cacing warna-warni ke sana kemari. Namun justru mudah sekali memahami underground ini, sekaligus anti macet. Kereta bawah tanah (tube) ini berada sekitar 30-40 meter dibawah permukaan tanah.  Coba temen-temen buka rupa peta jalur subway London tersebut:

Di salah satu stasiun tube di London. 30 meter dibawah tanah

Di salah satu stasiun tube di London. 30 meter dibawah tanah

Apa sih yang menarik dari London, ibukota Inggris yang mempesona itu? Biasanya ini:

1. Big Ben atau Parliament House

Big Ben alias Parliament House alias "Jam Gadang"

Big Ben alias Parliament House alias "Jam Gadang"

2. London Eye

Bersama Mas Nabil (Oxford University) di depan London Eye alias komedi putar London, diseberang sungai Thames

Bersama Mas Nabil (Oxford University) di depan London Eye alias bianglala London, diseberang sungai Thames

3. British Museum

Berbagai artefak sejarah dari seluruh penjuru dunia terdapat di British Museum. Termasuk tentang Borobudur...

Berbagai artefak sejarah dari seluruh penjuru dunia terdapat di British Museum. Termasuk tentang Borobudur...

4. Trafalgar Square

In memoriam kapten Trafalgar...

In memoriam kapten Trafalgar...

5. Buckingham Palace

Tempat Ratu Elizabeth bertahta

Tempat Ratu Elizabeth bertahta

6. Tower Bridge

Jembatan yang melintasi sungai Thames. Dibangun tahun 1700-an. Salah satu jembatan yang fenomenal di dunia

Tower Bridge, Jembatan yang melintasi sungai Thames. Dibangun tahun 1700-an. Salah satu jembatan yang paling fenomenal di dunia karna bentang tengah jembatan itu bisa dibuka ketika ada kapal besar mau lewat

7. Sungai Thames

Di tepi sungai Thames. Di kejauhan gedung pusat bank HSBC yang seperti peluru, penerima Aga Khan Award, karena ramah lingkungan

Di tepi sungai Thames, sungai terbesar di London. Di kejauhan nampak gedung pusat bank HSBC yang seperti peluru, penerima Aga Khan Award, karena konsep bangunannya yang ramah lingkungan

8. Teman-teman baru

Diatas bus tingkat di London. Jadi ingat suasana Solo tahun 1986 ketika bus tumpuk masih ada. Dari kiri, Bapak Marzuki (S3, University of Leeds, Universitas Riau), Mas Patna (S3, Kingstone University London, Universitas Muhammadiyah Surakarta), Mas Eko (S3, University of Loughborough Nottingham, UMS), Mas Dedy (S3, University of Manchester, UMS). "Ealaahh Mas-mas... jauh-jauh ke Inggris jebul ketemu tonggo dewe tho..."

Diatas bus tingkat di London. Jadi ingat suasana Solo tahun 1986 ketika bus tumpuk masih ada. Dari kiri, Bapak Marzuki (S3, University of Leeds, Universitas Riau), Mas Patna (S3, Kingstone University London, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)), Mas Eko (S3, University of Loughborough Nottingham, UMS), Mas Dedy (S3, University of Manchester, UMS). "Ealaahh Mas-mas... jauh-jauh ke Inggris jebul ketemu tonggo dewe tho..."

Greenwich Meridian Time

Berbarengan dengan acara Baitul Arqam di KBRI London kemarin, Sabtu, 10 Januari 2009, saya dan temen-temen Muhammadiyah lainnya melakukan rihlah ke Greenwich. Kota dimana perhitungan jam antara wilayah Timur dan Barat seluruh kota-kota di dunia dimulai.

Kota Greenwich. Universitasnya terkenal dengan jurusan Astronomy dan Navigasinya

Kota Greenwich. Universitasnya terkenal dengan jurusan Astronomy dan Navigasinya

Saya sudah diajari sejak dari SD dulu tentang Greenwich Meridian Time (GMT). Kenapa jam di Indonesia dibagi menjadi 3 wilayah, kenapa Indonesia dan Inggris harus beda 7 jam kalau musim gugur dan dingin, dan 6 jam kalau musim semi dan panas, dan kenapa-kenapa yang lainnya yang berkaitan dengan waktu.

Jam itu asli sejak tahun 1700-an. Sengaja dipelihara sebagai sejarah ditentukannya perhitungan waktu di seluruh dunia

Jam itu asli sejak tahun 1700-an. Sengaja dipelihara sebagai catatan sejarah ditentukannya perhitungan waktu di seluruh dunia dari kota Greenwich

Waktu itu, tentu tidak terbayang tentang kata Greenwich. Tahunya ya hanya, itu terletak di Inggris. Kenapa perhitungan itu dimulai dari Greenwich ? karena mereka yang mengendalikan ilmu astronomy dan navigasi, terutama laut,  di dunia ini sejak masa tahun 1700-an. Dan mereka tetap berjaya sampai sekarang. Maka, adalah surprise banget ketika menginjakkan kaki di garis bujur 0 derajat. Tempat perhitungan jam kota-kota seluruh dunia dimulai. Juga ketika melihat sejarah perjuangan orang-orang Ingris masa itu yang dengan semangat menjelajahi dunia, apapun rintangannya.

Inilah garis 0 itu. Sebelah kanan, tertulis Jakarta dan kota-kota lain. itu berarti timurnya Greenwich. Sebelah garis satunya, itu adalah kota-kota di sebelah barat Greenwich

Inilah garis Nol derajat itu. Sebelah kanan, tertulis Jakarta dan kota-kota lain di dunia. Itu berarti timurnya Greenwich. Sebelah garis satunya, itu adalah kota-kota di sebelah barat Greenwich, dimana perhitungan jam dimulai

Insya Alah saya juga paham, bahwa ilmu astronomi dan navigasi sudah dimulai kegemilangannya sejak masa keemasan Islam, sekian ratus tahun sebelum orang-orang Inggris. Banyak sekali asthronomer Islam yang meletakkan dasar-dasar perhitungan rumit perbintangan sebagai panduan navigasi laut. Islam sampai di Indonesia adalah salah satu bukti yang tak terbantah. Karena para penyebar Islam sampai di wilayah kita dengan mengarungi samudra luas.

Akhir penanda garis Nol derajat adalah stainless bentuk abstrak seperti telescope dibawah pohon itu. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia antre untuk berfoto di depannya

Akhir penanda garis Nol derajat adalah stainless bentuk abstrak seperti telescope dibawah pohon itu. Orang-orang dari seluruh penjuru dunia antre untuk berfoto di depannya

Kenapa Greenwich yang terpilih sebagai titik 0 ? kok bukan salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya Islam ? Kalau iya, mungkin umat Islam ndak akan pernah tengkar tentang kapan dimulainya 1 Muharam atau 1 Ramadhan atau 1 Syawal.  Itulah…, kata orang, sejarah adalah catatan dari para pemenang dan penguasa… Can you understand it, Kawan…?

3 hari terakhir pada akhir bulan Desember 2008 ini, kita memasuki 2 jenis tahun baru yang berbeda dan paling dirayakan di dunia. 1 Muharam 1430 H dan 1 Januari 2009 M. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali inipun saya tidak secara khusus merayakan tahun baru. Paling hanya membatin, semoga di masa yang akan datang, seluruh kehidupan di muka bumi ini menjadi lebih baik. Sebagaimana yang selalu saya lantun dan panjatkan dalam do’a-do’a saya setiap hari.

Kalau ada yang berbeda, itu karna pergantian tahun kali ini saya lalui dalam suasana reuni dengan temen-temen Chevening 2008/2009 di asrama kampus St. Marks Universitas Leeds, yang dikepung hawa dingin minus 4 derajat. Suasana English Course 7 minggu di IALF Wisma Mulia Kuningan Jakarta merebak kembali.

Mereka datang ke Leeds dalam rangka liburan semester I. Dalam obrolan santai setelah makan malam itu, pembahasan tentang banyak tema terjadi. Dari soal progress kuliah, menatap Indonesia masa depan, hingga issue-issue international terkini seperti jumawa dan sombongnya Israel (yang sudah berlangsung sejak zaman Nabi Musa ribuan tahun lalu hingga sekarang, dan dimaktubkan dalam al-Qur’an) dengan serangan terbarunya terhadap Palestine, hingga refleksi remeh temeh tentang “who am I ?”  sampai detik ini. Bagi saya, temen-temen ini sangat berkompeten di bidang masing-masing. Dalam usia yang masih muda, mereka cerdas-cerdas. Saya sendiri merasa terlambat dan susah mengejar beliau-beliau yang saya kira dalam beberapa tahun ke depan akan berperan penting bagi Indonesia yang lebih baik bersama komponen dan anak bangsa yang lain.

Sebagai tuan rumah, selain saya, ada mas Piet H. Khaidir (mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, alumni UIN Jakarta), mbak Ai Fatimah Nur Fuad (Dosen UHAMKA Jakarta, alumni al-Azhar Cairo), mbak Arul (Lakpesdam NU). Mas Budi dan keluarga, yang dokter dan aktivis LSM United Nation sedang liburan di London. Sedangkan pihak tamu, ada mbak Fithri (University of Glasgow, alumni Akuntansi Unibraw, kerja di Newmont Lombok NTB), mbak Jumi (University of Queen Belfast Ireland, alumni Hukum UI, aktivis perempuan), mbak Sri (Hull University, alumni Hukum UI, aktivis Kontras). Satu orang lagi, yaitu mas Hilaly Basya (Dosen UHAMKA, alumni UIN Jakarta) suaminya mbak Ai, yang juga sedang berlibur ke Leeds. Beliau ini adalah temen satu group saya ketika mengikuti program pertukaran pemuda Muslim ke Australia. Sekarang juga sedang menyelesaikan Master di Leiden University Belanda atas bea siswa universitas tersebut.

Saya, mas Piet, mbak Arul, mbak Fithri, mbak Sri, mbak Jumi, dan mbak Ai. Happy New Year 1430 H and 2009 M

Saya, mas Piet, mbak Arul, mbak Fithri, mbak Sri, mbak Jumi, dan mbak Ai. Happy New Year 1430 H and 2009 M

Sedangkan temen-temen Chevening yang lain, tidak bisa gabung karena sebelumnya ada yang telah berkunjung ke Leeds. Beliau-beliau adalah mas Nuh (Stratchlyde University, Digital Forensik Bareskrim Mabes POLRI), mas Najam (the University of Birmingham, pengasuh Ponpes Darul Qalam Tangerang), mas Nabyl (Oxford University, Deplu RI), mas Najib (the University of Edinburgh, Kementerian BUMN, alumni STAN), mbak Mita (Dundee University, aktivis Lingkungan, alumni Hukum Undip), mas Enda (Bristol University, Depkeu RI, alumni STAN)

mas Taufiq (Cambridge University), saya, mas Najam, mas Piet di depan Nottingham Town Hall

mas Taufiq (Cambridge University), saya, mas Najam, dan mas Piet di depan Nottingham Town Hall

Saya, mas Nuh, dan mas Najib di atas bukit Edinburgh

Bersama mas Nuh dan mas Najib di atas bukit Edinburgh

Mas Enda Ginting waktu di Bristol

Dengan mas Enda Ginting waktu di Bristol

Malam itu saya merasa bahwa begitu banyak persoalan yang dihadapi oleh manusia Indonesia. Info-info undercover tentang para pemimpin kita mengalir begitu lancar. Saya yang nun di pojok Solo sana, tentu baru mendengar kali itu. Jelas, perlu kerja keras untuk meningkatkan martabat bangsa ini. Dan saya merasa, cukuplah saya di Solo, namun tetap bisa mengakses temen-temen yang di Jakarta ini. Perlu keberanian dan tenaga serta pikiran yang luar biasa untuk itu. Saya menyadari benar, betapa kecilnya saya. Begitu banyak agenda, begitu banyak issue, begitu banyak tantangan, begitu banyak persoalan. Meskipun juga, begitu banyak kesempatan, begitu banyak peluang, begitu banyak orang baik….

Biarlah saya mengalir saja… mengikuti alur Ilahi Rabb-ku… Selamat berjuang Kawan-kawan… Rakyat Indonesia menanti kalian (dan saya…) Insya Allah…

Kawan, (ketularan Laskar Pelangi he..he..he..) hari-hari ini adalah libur Christmas selama 1 bulan di Leeds dan di UK. Tidak terasa semester I sudah selesai. Semester II akan dimulai nanti tanggal 27 Januari 2009. Oh, betapa cepatnya waktu berlalu… wa al-‘Ashr…

Libur sebulan bukan berarti senang-senang. Akhir semester I ini, di Department saya ditandai dengan tugas membuat essay bagi 2 module yang saya ambil. Masing-masing 6.000 kata, yang harus dikumpulkan nanti pada tanggal 20 Januari. Kalau 2 essay ini sampai tidak lulus, waduh, alamat cepat pulang… Sementara, library akan tutup total hampir 2 minggu.

But, libur is libur… saya berusaha untuk santai sedikit biar tidak terlalu tegang. Maunya sih jalan-jalan. Tapi kemana? Dingin, waktu siangnya cukup singkat (matahari terbit jam 08.30, tenggelam jam 15.30), dan udah beberapa tempat saya kunjungi. Waktu baca-baca internet, eehh.., novel Maryamah Karpov terbit… Oohh.. andaikan bisa membacanya…, semangat di UK ini tentu akan semakin terpompa kembali. 3 novel sebelumnya saya sudah baca, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor. Saya banyak terinspirasi dari novel-novel ini. Jadi berani bermimpi, mencari bea siswa sekolah ke luar negeri… Dan saat ini, saya mulai kangen berat dengan anak-anak dan keluarga. Ini sangat mengganggu. Ingin rasanya mengirimi mereka souvenir-souvenir cantik, sebagai tanda perhatian. Istri juga perlu laptop untuk mengerjakan beberapa tugas kantor. Sudah saya belikan waktu ke Glasgow hampir 1.5 bulan yang lalu. Tapi mengirimkannya ke tanah air bagaimana? Mahal dan agak susah.

Dan, tibalah pertolongan Allah itu… Subhanallah… Ada message offline masuk di YM yang mengabarkan bahwa ada perwakilan dari Assalaam dan beberapa Pondok lain di Solo-Jogja yang akan ke UK untuk mengikuti program Pertukaran Imam UK-Indonesia selama satu minggu sebagai balasan dari kunjungan Imam Hafiz Asim dan Imam-imam UK lainnya ke Solo-Jogja beberapa waktu lalu.

Rencana segera saya rancang. Tolong dibawakan: Maryamah Karpov he..he..he.. dan silahkan berkunjung ke Leeds, karna Hafiz Asim dan Makkah Masjid berada di kota ini. Dan pulangnya ke Indonesia, mohon titip souvenir untuk anak-anak dan keluarga berikut laptop untuk istri. Selesai. Masya Allah

Karna rombongan ini hanya mengunjungi masjid-masjid dan Islamic Center di Leicester, Birmingham, Nottingham, dan London, maka saya jemput wakil dari Assalaam ke London dan saya ajak ke Leeds. Saya temeni beliau  berkunjung ke Makkah Masjid dan bertemu dengan Hafiz Asim. Juga, melihat-lihat tempat saya belajar di the University of Leeds, terutama perpustakaannya, dan ke tempat mas Mahfudz, kakak kelas di Assalaam yang sedang ambil Ph.D Ekonomi di Bradford. Padahal, dalam waktu yang bersamaan ada temen Chevening dari Oxford yang sedang liburan dan berkunjung ke Leeds, juga tamu-tamu delegasi PPI dari berbagai kota di UK yang menginap di Balti King (nama kost-kostan saya) karna ada Mubes PPI UK di Leeds yang dihadiri dan ditunggui langsung oleh Kepala Atikbud KBRI, Prof. Dr. H. Riza Sihbudi, MA. Oohh… What a busy days…

Maryamah Karpov, 500 halaman, 1.5 hari selesai. Untuk menjaga mimpi-mimpi di UK, agar tetap semangat dalam mewujudkannya

Maryamah Karpov, 500 halaman, 1.5 hari selesai. Untuk menjaga mimpi-mimpi di UK, agar tetap semangat dalam mewujudkannya. Tetap lucu, haru, cerdas, penuh semangat, dan sangat mengena...

Cari souvenir untuk anak-anak, ditingkahi Christmas Carol dari the Salvation Army di belakang di St. John Shopping Center Leeds

Cari souvenir untuk anak-anak, ditingkahi Christmas Carol dari the Salvation Army in the background di St. John Shopping Center Leeds

Keluarga IKMAS UK he..he..he.. (Saya 92, Arkan 93, Mas Mahfudz 91 dan keluarga)

Keluarga IKMAS UK he..he..he.. (Saya 92, Arkan 93, Mas Mahfudz 91 dan keluarga)

Ust. Arkanudin Budiyanto, ST. di Parkinson Court Brotherton Library the University of Leeds. Mewakili Assalaam berkunjung ke UK

Ust. Arkanudin Budiyanto, ST. di Parkinson Court Brotherton Library the University of Leeds. Mewakili Assalaam berkunjung ke UK

Di Edensor. Penggemar sejati Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov

Waktu di Edensor beberapa waktu lalu. Penggemar sejati Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov. So inspiring books...

Dunia Kartu

Di UK  ini, saya paling malas menghafal berbagai Username dan password. Padahal, hampir di setiap langkah selalu saja kartu dan kartu yang digunakan sebagai bahasa komunikasi.

Begitu sampai di Leeds, saya harus register sebagai mahasiswa. Hasilnya adalah sebuah kartu mahasiswa ajaib yang harus selalu kita bawa untuk urusan kemahasiswaan. Karena kartu itu akan di scan di seluruh penjuru kampus untuk di check apakah saya ini legal atau tidak sebagai mahasiswa. Termasuk, kartu itu bisa saya gunakan untuk membuka pintu perpust, dan pinjam buku di sana secara otomatis. Jadi, jangan harap bisa masuk perpust kalau kartunya ketinggal, apalagi hilang. Kemarin pernah ke sport facilities kampus di Headingley, oleh penjaganya kartu saya discan, dan dinyatakan tidak terdaftar sebagai member student sport club. Memang…. he..he..he.. Hasilnya, balik kucing karena tidak bisa masuk lapangan.

Student Card

Student Card

Kalau mau foto copy di mesin-mesin foto copy seluruh universitas atau di perpust, harus dikerjakan sendiri. Beli kartunya di mesin-mesin penjual otomatis (seperti halnya mesin-mesin penjual minuman, makanan. Bahkan di toilet-toilet di UK, disediakan juga mesin penjual kondom otomatis)

Harganya 5 pound. Paling hanya untuk 50 lembar foto copy

Harganya 5 pound. Paling hanya untuk 50 lembar foto copy

Untuk jalan-jalan, transportasi memang mahal. Tapi disiplin dan teratur serta nyaman dan aman. Di setiap halte ada informasi digital tentang bis ini akan datang sekian menit lagi. Dan bener… on time. Pengaturan terminal bis seperti di bandara. Jurusan ini, bis-nya di pintu nomer sekian, setiap jam sekian, berhenti di halte-halte sekian. Naik bis harus di haltenya masing-masing. Tidak mungkin naik atau turun sembarangan karena pasti nyasar. Bis di Inggris, kalau sudah jalan, pintu pasti ditutup secara otomatis oleh sopir. Tidak akan dibuka kalau bukan di halte tempat dia berhenti. Di dalam bis tidak ada kondektur. Tiket dilayani oleh sopir secara elektronik, urut satu persatu. Setelah bilang kita akan kemana, sopir menentukan harga, kemudian tiket di print. Di dalam kota Leeds, tiket terjauh harganya sekitar 2 pound.

Ticket bis di UK

Ticket bis dalam kota di UK

Kalau keluar kota, biasanya dilayani dengan bis National Express. Pesen tiketnya lebih mudah dan murah kalau online. Kita bisa pesan sampai satu tahun ke depan, karena sudah terjadwal rapi. Terlambat 5 menit saja dari jadwal, kita akan ditinggal. Tidak perduli…. Ada penumpang atau tidak, pasti berangkat. Kenyamanan bus ? seat belt di setiap kursi (harus dipakai, karna merupakan standard keselamatan), WC bersih, sound system, dll. Sopir tiap 2 jam diganti (standard keselamatan juga). Berhenti hanya di terminal yang ditunjuk. Jangan harap berhenti di tengah jalan. Jalan di UK sangat bagus, mulus. Simple-nya, kalau mau pesen tiket bis; check lewat internet di website National Express, pilih hari dan jam perjalanan, bayar lewat kartu ATM kita, print tiket, tunggu hari perjalanan, berangkat. Demikian juga halnya dengan kereta api. On time.. on time… and on time…

Tiket on-line National Express bus

Tiket on-line National Express bus

Rail Card, biar dapat diskon kalau naik kereta

Rail Card, biar dapat diskon kalau naik kereta

Tiket kereta. Bisa kita cetak sendiri di stasiun

Tiket kereta. Bisa kita cetak sendiri di stasiun

Tiket elektrik dan digital untuk kereta bawah tanah di London. Ke Big ben, Emirates stadium, London bridge, Buckingham palace, trafalgar square, London eye, dll

Tiket elektrik dan digital untuk kereta bawah tanah di London. Ke Big ben, Emirates stadium, London bridge, Buckingham palace, trafalgar square, London eye, dll

ISIC card. Untuk Discount pesawat terbang. Nanti kalau mau pulang...

ISIC card. Untuk Discount pesawat terbang. Nanti kalau mau pulang...

Sebagai contoh terakhir Dunia Kartu di UK adalah urusan rumah tangga. Karena saya tinggal di private accommodation, maka listrik dan gas kita urus sendiri. Kalau listrik dan gas habis, kita beli pulsanya kemudian kita isikan ke meteran listrik dan gas di rumah.

Sedangkan kalau mau belanja atau isi ulang pulsa, juga cukup dilakukan di kamar. Saya beberapa kali belanja buku online lewat ebay. Isi ulang (top up) pulsa kartu O2 saya, juga cukup melalui laptop TOSHIBA di kamar. Semuanya 24 jam. Karena bandwith internet wireless fiber optik Virgin di kamar saya lebih dari cukup untuk melakukan itu semua.   Kartu sakti pendukungnya adalah ATM Lloyds TSB.

Harus dijaga kerahasiaannya. Karena bisa disadap cyber crime...

Harus dijaga kerahasiaannya. Karena bisa disadap cyber crime...

Kartu isi ulang (top up) Gas

Kartu isi ulang (top up) Gas

Kartu isi ulang (top up) listrik. Di UK, kabel listrik ditanam di tanah. Jadi, tidak ada tiang dan kabel listrik yang bersliweran di atas

Kartu isi ulang (top up) listrik. Di UK, kabel listrik ditanam di tanah. Jadi, tidak ada tiang dan kabel listrik yang bersliweran di atas

Aku, Salju, dan Wisuda Temanku

Rabu, 3 Desember 2008 setelah mengikuti In Sessional English Class, saya langsung kabur ke Town Hall. Jam 10.30 temen baik saya akan wisuda di the University of Bradford. Kita berlima akan berangkat bersama ke kota yang sering dijuluki temen-temen; “bahkan orang Inggris asli pun seperti orang asing” karena saking banyaknya orang-orang Muslim Asia Selatan di sini. Kota penting bagi umat Islam di Inggris ini bisa ditempuh dengan naik bis kurang lebih 45 menit dari Leeds.

Wisuda. Kata ini demikian menakutkan sekaligus menyemangati keberadaan saya di Inggris. Wisuda berarti akhir perjalanan dan perpisahan. Ini “menyakitkan”. Karena saya akan ditinggalkan oleh teman baik, dan berarti juga akan merasa “sendirian” menjalani sisa hari-hari di Leeds yang “berat”. Bayangan bahwa mereka akan segera ketemu dengan keluarga tercinta di tanah air, sungguh mengganggu. Butuh mental tersendiri untuk menyikapinya.

Congratulation Mas, Mbak... Suami-istri yang sukses berbarengan

Congratulation Mas, Mbak... Suami-istri yang sukses berbarengan

Do'akan ya Mas, sisa 8 bulan ini segera terlampaui dengan sukses juga. Amien.

Do'akan ya Mas, sisa 8 bulan di Leeds juga bisa saya jalani dengan sukses. Amien.

Yang menjadi persoalan ehm..ehm..

Saat ini adalah musim dingin. Bagi yang merasa pengin menikmati salju, silahkan kalau hanya untuk seminggu misalnya. Seperti waktu saya di Jepang dulu (lihat edisi awal blog ini he..he..he..). Tapi kalau lebih dari itu, wuiihhh… mikir-mikir dehh… Saya sendiri minta ampunn he..he..he.. Sehingga, udara dingin menusuk tulang tetap harus di lawan, karena show must go on. No excuse…..

Tetap semangat ya, Mbak, Mas...

Tetap semangat ya, Mbak, Mas...

Bersatu kita bisa !, kok kayak SBY aja

Bersatu kita bisa !, kok kayak SBY aja

Dan besok paginya, the condition is getting worse…

Pantas, guru bahasa Inggris saya di IALF Kuningan Jakarta yang asli orang Inggris pernah bilang kalau cuaca di Inggris itu “…bloody hell…” he..he..he.. Dan, dia sendiri memang sudah 15 tahun menetap di Bali, dan menikah dengan wanita Indonesia. Dasarrrr….

Ya iya laahhh… Mister…. The real paradise is Indonesia… Dangerously beautiful….

Depan kost tampak dari kamar, Raglan Road 69B Leeds. Bikin males aja...

Depan kost tampak dari kamar, Raglan Road 69B Leeds. Bikin males aja...

Bagusnya sih bikin Snowman. Tapi mana tahannn…

What a Misty Morning... Subhanallah...

What a Misty Morning... Subhanallah...

Suasana begini yang selalu membikin hati gundah gulana

Suasana begini yang selalu membikin hati gundah gulana